HARIANEXPRESS – Merangsang tunas lidah mertua membutuhkan perawatan tepat seperti media tanam porous, penyiraman sesuai, cahaya optimal, pemupukan seimbang, dan pot yang pas.
Tanaman lidah mertua (Dracaena trifasciata), yang dikenal tahan banting, sering dicari pecinta tanaman hias. Meskipun mudah dirawat, tidak semua tanaman mampu menghasilkan anakan atau tunas baru dengan cepat.
Pertumbuhan tunas baru dan daun akan sangat lambat jika kondisi kurang ideal. Sebaliknya, pertumbuhan menjadi jauh lebih aktif apabila mendapatkan pencahayaan, media tanam, serta penyiraman yang tepat.
Tanaman ini berkembang biak melalui rimpang atau rhizome yang berada di dalam tanah. Dari rimpang inilah nantinya muncul tunas baru atau anakan yang tumbuh di sekitar tanaman induk.
Menurut The Spruce, lidah mertua termasuk tanaman hias yang pertumbuhannya relatif lambat. Anda tidak perlu menggunakan pupuk mahal atau perlakuan khusus untuk mempercepat pembentukan tunas.
Dengan memahami kebutuhan alami tanaman lidah mertua, proses pembentukan tunas dapat berlangsung lebih cepat. Hal ini membuat tanaman terlihat semakin rimbun dan menarik.
Faktor Kunci agar Lidah Mertua Cepat Bertunas
1. Cahaya Terang Tidak Langsung
Salah satu kesalahan umum adalah menempatkan lidah mertua di sudut ruangan yang terlalu gelap. Meski mampu bertahan minim cahaya, The Spruce dan Joy Us Garden menyebut cahaya terang tidak langsung adalah kondisi terbaik.
Tempatkan tanaman dekat jendela dengan sinar matahari pagi atau cahaya tersaring. Hindari paparan sinar matahari siang terik karena dapat membakar daun.
Pencahayaan optimal membantu proses fotosintesis aktif, sehingga energi yang dihasilkan bisa digunakan untuk membentuk anakan.
2. Media Tanam Cepat Mengalirkan Air
Media tanam memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan akar dan rimpang lidah mertua. Tanaman ini menyukai media yang gembur, berpasir, dan memiliki drainase sangat baik.
The Spruce menyarankan penggunaan media khusus kaktus atau sukulen yang tidak mudah menahan air terlalu lama. Anda juga bisa membuat campuran sendiri dari tanah pot berkualitas, pasir kasar, sekam bakar, atau perlite.
Media semacam ini memungkinkan akar memperoleh oksigen cukup serta mencegah pembusukan akibat kelembapan berlebih.
3. Penyiraman yang Tepat
Lidah mertua termasuk tanaman sukulen yang mampu menyimpan cadangan air di daunnya. Penyiraman berlebihan menjadi penyebab utama akar membusuk, sehingga menghambat pertumbuhan tunas.
The Spruce merekomendasikan penyiraman hanya ketika seluruh media tanam sudah benar-benar kering. Setelah disiram, biarkan air mengalir keluar melalui lubang drainase pot.
Frekuensi penyiraman dapat dikurangi saat musim hujan atau cuaca dingin karena penguapan berjalan lebih lambat.
4. Pemupukan Secukupnya
Tanaman membutuhkan nutrisi untuk menghasilkan daun baru dan memperbanyak anakan. Namun, pemupukan terlalu sering justru dapat menyebabkan penumpukan garam mineral dan merusak akar.
The Spruce menyarankan pupuk seimbang NPK 10-10-10 dengan dosis setengah dari anjuran kemasan. Pemupukan cukup dilakukan pada musim pertumbuhan, misalnya awal musim hujan saat tanaman aktif.
Pupuk organik seperti kompos matang atau kascing juga bisa digunakan sebagai nutrisi tambahan.
5. Ukuran Pot yang Sesuai
Lidah mertua berkembang melalui rimpang yang menyebar ke samping. Pot lebar lebih sesuai dibandingkan pot yang terlalu tinggi untuk jenis tanaman ini.
Joy Us Garden menjelaskan bahwa tanaman ini justru senang berada dalam kondisi sedikit sesak (slightly root bound). Kondisi ini mendorong rimpang untuk menghasilkan anakan baru saat ruang pot terpenuhi.
Pilih pot berbahan tanah liat atau terakota yang memiliki lubang drainase guna menjaga kelembapan media tetap stabil.
6. Pemisahan Anakan
Jika tanaman sudah memiliki banyak anakan, sebagian dapat dipisahkan untuk memberi ruang bagi rimpang lainnya. Menurut The Spruce, pemisahan dilakukan dengan membersihkan media pada akar setelah tanaman dikeluarkan dari pot.
Kemudian, potong rimpang menggunakan pisau steril dan pastikan setiap bagian memiliki akar sehat sebelum dipindahkan. Cara ini tidak hanya menghasilkan tanaman baru, tetapi juga merangsang induk membentuk tunas berikutnya.
7. Pemangkasan Daun Rusak
Daun yang menguning, busuk, atau rusak sebaiknya dipotong hingga pangkalnya memakai alat bersih. Pemangkasan membuat energi tanaman lebih terfokus untuk membentuk daun dan tunas baru.
Hal ini terjadi daripada mempertahankan jaringan yang sudah tidak produktif. Selain itu, membersihkan daun dari debu secara berkala turut membantu proses fotosintesis berlangsung optimal.
8. Hindari Sering Memindahkan Pot
Tanaman memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Memindahkan pot terlalu sering antara tempat terang dan gelap membuat tanaman menghabiskan energi untuk adaptasi.
Proses adaptasi yang berulang dapat memperlambat pertumbuhan tunas. Setelah menemukan lokasi pencahayaan baik, biarkan tanaman tumbuh stabil di tempat tersebut.
9. Pastikan Suhu Hangat
Lidah mertua tumbuh paling baik pada suhu hangat sekitar 21–32 derajat Celsius. Suhu yang terlalu dingin dapat memperlambat metabolisme tanaman.
Pembentukan tunas menjadi lebih lambat pada suhu rendah. Hindari menempatkan tanaman dekat pendingin ruangan atau area yang terus-menerus terkena angin dingin.
Kesalahan yang Menghambat Tunas Baru
Beberapa kebiasaan tertentu justru membuat lidah mertua sulit menghasilkan anakan. Kesalahan ini meliputi penyiraman terlalu sering hingga akar membusuk dan penggunaan media tanam yang terlalu padat.
Selain itu, menempatkan tanaman di ruangan minim cahaya, memberikan pupuk berlebihan, menggunakan pot tanpa lubang drainase, serta membiarkan tanaman terserang hama juga menjadi penghambat. Dengan menghindari hal-hal tersebut, peluang munculnya tunas baru akan jauh lebih besar.
Pertanyaan Umum Seputar Lidah Mertua
Lidah mertua memang termasuk tanaman yang tumbuh lambat (slow grower), namun tunas baru biasanya muncul dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan. Kecepatan ini tergantung varietas, usia, intensitas cahaya, dan kondisi akar.
Konsistensi perawatan jauh lebih penting daripada memberikan perlakuan ekstrem agar tanaman cepat tumbuh. Tanaman ini hanya perlu disiram saat media kering total, cocok ditanam indoor dengan cahaya terang tidak langsung, dan pupuk membantu nutrisi secukupnya.